19 Des 2013

Ketika Menjadi Guru

Workshop jurnalistik SD Al-Kautsar, Bintaro
Keluarga besar saya banyak yang berprofesi sebagai guru. Mungkin karena Mbah Kakung saya sepanjang hayatnya mengajar di mana-mana, maka putra-putri dan menantunya sebagian besar jadi guru dan dosen. Bahkan, ketika meninggal pun, status Mbah Kakung masih sebagai guru bantu, karena semestinya beliau sudah pensiun.

Waktu kecil, saya pun pernah ingin jadi guru, guru matematika tepatnya. Karena waktu SD saya suka pelajaran matematika dan saya mengidolakan bulik saya yang jadi guru matematika. Sekarang? Nggak usah nanya, matematika jeblok, hi hi hi. Meskipun cita-cita itu nggak kesampaian, setidaknya sebelum kerja di majalah anak-anak, saya pernah mencicipi jadi guru di Taman Bocah Preschool. Lalu, apakah setelah kerja di majalah, artinya saya tidak lagi menjadi guru?

15 Des 2013

Ketika Mareta Masuk Nominasi

Sebuah panggilan telepon masuk siang itu membuat saya jadi deg-degan. Telepon itu dari Mbak Emmy, editor Penerbit Kanisius yang mengabarkan bahwa salah satu buku saya “Mareta, Tolong Aku!” masuk nominasi Buku Anak Terbaik 2013 dari Balai Bahasa Yogyakarta (BBY).

Memang, sih, beberapa waktu sebelumnya, Mbak Emmy sempat memberi kabar kalau “Mareta, Tolong Aku!” dikirim ke BBY untuk diikutkan pemilihan buku anak terbaik. Namun, saya tak terlalu ambil pusing. Jadi, kabar di siang itu sungguh membuat saya kepingin meloncat ke langit saking gembiranya!

17 Jul 2013

Belajar, Tak Pernah Mati

Liputan ke Dayak (foto: Ricky Martin)
Saya senang menulis. Seingat saya, sejak SD saya sudah menyukai pelajaran bahasa Indonesia, terutama mengarang. Waktu SMP, saya ikut mading. Waktu SMA, saya bergabung dalam tim buletin sekolah. Sempat, waktu SMA kepingin masuk jurusan bahasa. Sayang, sekolah saya tak membuka jurusan bahasa.

Namun, waktu kuliah, saya malah tidak kepingin masuk jurusan sastra atau komunikasi. Tidak terbayang dalam benak saya untuk menjadi sastrawan, penulis, bahkan wartawan. Saya malah masuk Fakultas Psikologi. Meskipun begitu, saya tetap senang menulis.

14 Mar 2013

Princess Badung, Cerminan Masa Kecil?



Setiap melahirkan sebuah buku, tentu ada kisah berbeda di balik pembuatannya. Kali ini pun si Princess Badung punya cerita sendiri. Berbeda dengan buku-buku sebelumnya, jalan yang harus ditempuh Princess Badung relatif "lurus-lurus" saja, tanpa halangan yang berarti. Biarpun lurus, jalan yang harus dilalui cukup panjang. Perlu waktu sekitar setahun untuk proses pembuatan hingga kelahiran si Princess yang cantik ini ^_^.

Kisah di balik layar Princess Badung bermula dari tawaran Penerbit Tiga Serangkai kepada para anggota Kelompok Penulis Bacaan Anak alias Pabers untuk ikut Workshop First Novel yang mereka adakan di 4 kota. Lupa gimana prosesnya, intinya saya mendaftar untuk ikut workshop di Jakarta sekitar bulan Januari 2012. Calon peserta diminta untuk mengumpulkan sinopsis novel sebagai proses seleksi. Kalau tidak salah ingat, sekitar 30 orang lolos sebagai peserta, termasuk saya.

11 Mar 2013

Berbagi Semangat, Berbagi Inspirasi

Suatu hari masuklah email dari Kelas Inspirasi (KI), disusul oleh email dari beberapa teman kelompok 1 dari Kelas Inspirasi 1. Isinya mengajak saya untuk bergabung menjadi panitia Kelas Inspirasi 2.

Senang dan kembali bersemangat dengan program ini. Namun, terbayang, sebagai panitia pasti harus bolak-balik rapat sepulang kantor. Dengan seorang batita yang setiap sore selalu menunggu ibunya pulang kerja, konsekuensi ini cukup berat bagi saya. Maaf, saya belum bisa bergabung. Tetapi, saya bertekad untuk tetap terlibat dalam KI 2. Saya pun memilih untuk kembali menjadi relawan pengajar.

2 Jan 2013

Kelas Inspirasi (Lagi)



Suatu sore Pemimpin Redaksi mendatangi saya dan beberapa teman, mengabarkan bahwa kami diajak untuk berpartisipasi dalam Kelas Inspirasi. Wah, saya penasaran, apakah program ini sama dengan Kelas Inspirasi yang pernah saya ikuti bersama Indonesia Mengajar tanggal 25 April yang lalu? Mengingat betapa serunya Kelas Inspirasi yang dulu, tentu saya bersemangat untuk ikut!

Setelah saya dan beberapa teman mengikuti briefing bersama Gollin Harris, baru saya tahu, ternyata Kelas Inspirasi kali ini memang terinspirasi dari Kelas Inspirasi yang diadakan Indonesia Mengajar. Ceritanya, PT Kraft Food Indonesia mengajak teman-teman dari media anak Kompas-Gramedia untuk bergabung dalam Kelas Inspirasi yang akan mereka adakan di empat sekolah, yaitu SDN 04, 09, 10, dan 13 Cideng. Mereka minta bantuan PR Agency, Gollin Harris, untuk mengatur pelaksanaannya. Modulnya mengambil dari Kelas Inspirasi-nya Indonesia Mengajar.