15 Des 2013

Ketika Mareta Masuk Nominasi

Sebuah panggilan telepon masuk siang itu membuat saya jadi deg-degan. Telepon itu dari Mbak Emmy, editor Penerbit Kanisius yang mengabarkan bahwa salah satu buku saya “Mareta, Tolong Aku!” masuk nominasi Buku Anak Terbaik 2013 dari Balai Bahasa Yogyakarta (BBY).

Memang, sih, beberapa waktu sebelumnya, Mbak Emmy sempat memberi kabar kalau “Mareta, Tolong Aku!” dikirim ke BBY untuk diikutkan pemilihan buku anak terbaik. Namun, saya tak terlalu ambil pusing. Jadi, kabar di siang itu sungguh membuat saya kepingin meloncat ke langit saking gembiranya!


Gembira nomor satu, karena buku saya diapresiasi. Gembira nomor dua karena BBY mulai memberi perhatian khusus untuk buku-buku anak. Kategori Buku Anak Terbaik ini memang baru pertama kali diberikan oleh BBY dalam Penghargaan Bahasa dan Sastra. Padahal, kegiatan ini sudah rutin mereka lakukan sejak 7 tahun yang lalu.


Begitu bersemangatnya saya, hingga saya berusaha datang dalam acara Malam Penghargaan Bahasa dan Sastra 2013 di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta tanggal 19 Oktober 2013. Sabtu pagi saya berangkat dengan kereta, Sabtu malam datang di acara, numpang tidur sebentar di rumah Jogja, Minggu pagi-pagi sekali sudah kembali lagi ke Jakarta dengan kereta.

Di acara itu, saya janjian dengan Mbak Emmy dan Mas Warindra, wakil dari Penerbit Kanisius. Di sana ketemu juga dengan Mbak Victi, juga dari Penerbit Kanisius, yang selama ini baru saya kenal lewat telepon.
Menunggu pengumuman pemenang memang jadi tujuan utama saya datang di acara ini. Namun, ngobrol dengan Mbak Emmy dan Mas Warindra juga jadi tujuan yang nggak kalah pentingnya. Dulu, saya mengenal mereka pertama kali ketika masih kuliah, waktu sering kirim artikel ke Majalah Familia. Lebih dari sepuluh tahun berlalu, persahabatan tak pernah pudar.

Tahun ini, BBY memberikan enam kategori penghargaan, yaitu penghargaan buku karya sastra Indonesia terbaik, buku cerita anak terbaik, tokoh penggerak sastra Indonesia, tata naskah dinas, naskah berita radio, dan tokoh penggiat bahasa Jawa.

Acara Malam Penghargaan Bahasa dan Sastra 2013 dimeriahkan dengan hiburan musik ansambel  Serenada dari SD Kalasan, orasi budaya “Hantu-Hantu Sastra” dari budayawan Aprianus Salam, dan pertunjukan “Potret Diri” dari Naomi Srikandi.

Akhirnya, untuk kategori buku anak terbaik, terpilihlah “Buku Diary Mirna” yang ditulis oleh Diana. Sedangkan “Mareta, Tolong Aku!” yang saya tulis dan “Pesan Mama” karya Purwandi cukup menjadi nominasi.


“Mareta, Tolong Aku!” memang belum berhasil memenangkan penghargaan ini. Namun, masuk nominasi saja sudah menjadi sebuah penghargaan yang menyenangkan dan membuat saya sangat bersyukur.

Terima kasih pada teman-teman di Penerbit Kanisius. Terima kasih juga kepada BBY yang telah memberikan penghargaan ini. Juga, terima kasih tak terhingga kepada para pembaca. Senang sekali, bahwa sampai saat ini, beberapa pembaca masih mengirim email ke ceritamareta@yahoo.com untuk berbagi cerita. Terima kasih, ya!

* terima kasih, Mas FX Warindrayana, untuk semua fotonya ^_^




2 comments:

Purwandi Darsiyan mengatakan...

Mbak Veronika Widyastuti, yang nulis buku PESAN MAMA itu bukan Purwanto, tapi PURWANDI. Ya, saya: Purwandi dari Kota Pekalongan. Sayang sekali, pada saat penerimaan hadiah saya baru sampai Temanggung. Saya diwakili oleh pemimpin penerbit Mitra Bocah Muslim, Pak Nurudin. Saya tiba di hotel Ina garuda sekitar pukul 22.30,ketika pertunjukan POTRET DIRI masih berlangsung.Tapi, hadiah uang pembinaannya tetap diberikan pada saya di ruang Sekretariat Panitia.

Veronica W mengatakan...

@Mas Purwandi: Maaf, Mas. Saya kurang teliti. Sudah saya ralat ya, namanya. Makasih informasinya. Selamat, sudah ikut masuk nominasi. Berarti sebenarnya waktu itu kita ketemu ya. Saya ada di sana sampai acara selesai. Malah, habis itu masih sempat duduk-duduk di depan hotel Garuda juga. Selalu bersemangat berkarya, Mas!

Posting Komentar