26 Feb 2014

Cerbung: Rahasia Hantu (5-Tamat)

Cerita sebelumnya:

ilustrasi: Joe
Konferensi para hantu telah diadakan. Aku dan kelima temanku memikirkan pemecahan masalah kami. Nancy mengusulkan untuk mengikuti kursus menakut-nakuti anak-anak di tempat Pak Rooster. Tetapi, kami takut pada Pak Rooster. Akhirnya, aku menemukan ide yang didukung oleh teman-temanku! Konferensi pun dibubarkan.


Kami pergi meninggalkan tempat konferensi dengan wajah ceria. Aku tersenyum puas. Teman-teman mendukung usulku. Kini, kami bisa segera menjalankan rencana baru kami. Kami pun berpisah untuk menjalankan tugas masing-masing.

18 Feb 2014

Cerbung: Rahasia Hantu (4)

Cerita sebelumnya:  

ilustrasi: Joe
Davin dan Raffa juga gagal menakuti anak-anak. Kekacauan ini tidak bisa dibiarkan. Kalau anak-anak tidak takut lagi pada hantu, tamatlah riwayat kami. Aku pun mengusulkan kepada teman-teman untuk mengadakan konferensi para hantu.

Aku memandang berkeliling. Lima temanku sudah hadir di sini, di rumah kosong belakang toko es krim. Lolita, Davin, Raffa, Nancy, dan Drew. Aku melirik Drew yang meraih tempe goreng yang ketiga dari piring di depan kami. Padahal, konferensi belum dimulai. Ah, dasar Drew si tukang makan!

12 Feb 2014

Cerbung: Rahasia Hantu (3)

Ilustrasi: Joe
Cerita sebelumnya:

Ternyata, Lolita juga pernah gagal dalam menjalankan tugasnya sebagai hantu yang harus menakuti anak-anak. Aku pun sedikit terhibur. Tetapi, kami lalu membayangkan hukuman-hukuman yang harus kami terima akibat kegagalan itu. Tiba-tiba, kami mendengar jeritan Davin yang meminta pertolongan.


Wajah Davin yang putih semakin pucat. Tubuhnya gemetar ketakutan. Dia mencengkram erat-erat pagar jembatan. Oh, iya, aku ingat! Davin, kan, menderita acrophobia alias takut ketinggian! Aku segera berlari mendekati Davin.

3 Feb 2014

Cerbung: Rahasia Hantu (2)

Cerita sebelumnya:

Sebagai hantu, aku dan teman-temanku bertugas untuk menakuti anak-anak. Tetapi, ini sudah kelima kalinya aku gagal menjalankan tugasku. Tali-tali celana sialan itu selalu menjerat kakiku dan membuatku terjatuh. Aku sedih. Lolita, hantu sahabatku, menghiburku. Katanya, dia punya sebuah rahasia besar!


ilustrasi: Joe
Lolita tersenyum misterius. “Rahasia besarku adalah... “ Lolita memelankan volume suaranya. Aku deg-degan menunggu kelanjutan ceritanya.