1 Des 2015

Buku Baru: Petualangan Sekeping Kancing



Judul      : Petualangan Sekeping Kancing
Penulis   : Veronica W.
Ilustrator: Mira Widhayati
Penerbit : PT Kanisius 
(Diterbitkan sebagai Accelerator Project dari Room to Read)

Sinopsis

Sekeping kancing terlepas dari sebuah gaun lalu jatuh menggelinding di jalan. Seorang anak mengambil kancing itu, lalu membuangnya. Kejadian ini terjadi berulang kali sehingga kancing merasa tidak diinginkan. Suatu hari seorang anak perempuan menemukannya dan sesuatu yang ajaib terjadi. Dapatkah kamu menebak apa yang terjadi pada kancing?

11 Jun 2015

Cerbung: Nyanyian di Balik Kabut (5-Tamat)

oleh Veronica Widyastuti

Cerita sebelumnya:

Seusai melihat cara membuat tenun ikat, Aira dan Elsa melihat foto-foto yang dibuat Aira di Kelimutu. Elsa menemukan foto bayangan mata burung garugiwa. Anehnya, tatapan mata burung itu seperti tatapan marah.

8 Jun 2015

Cerbung: Nyanyian di Balik Kabut (4)

oleh Veronica Widyastuti

Cerita sebelumnya:

Aira menegur Jeany yang meludah di Tiwu Ata Polo. Tetapi, Jeany seperti tak mengindahkannya. Tiba-tiba, kicau garugiwa yang menyayat hati terdengar lagi. Elsa jadi teringat mamanya yang meninggal. Menurut firasat Paman Berto, sesuatu yang buruk akan terjadi.

2 Jun 2015

Cerbung: Nyanyian di Balik Kabut (3)

oleh Veronica Widyastuti

Cerita sebelumnya:

Elsa mengajak Aira mengunjungi Danau Kelimutu. Elsa memamerkan kicau burung garugiwa yang sering disebut burung arwah. Biasanya, garugiwa berkicau di pagi hari. Namun, kali ini, dia berkicau di siang hari dengan suara pilu. Aira heran melihat ekspresi aneh Elsa dan Paman Berto.

19 Mei 2015

Cerbung: Nyanyian di Balik Kabut (2)

oleh Veronica Widyastuti

 Cerita sebelumnya: 

Aira mengunjungi Elsa, sepupunya di Kampung Moni, Flores. Di perjalanan, turis Denmark bernama Jeany memberinya kamboja keberuntungan berkelopak enam. Aira dan Elsa berencana pergi ke Danau Kelimutu. Kata Elsa, mereka bisa mendengar kicau burung arwah.

7 Mei 2015

Cerbung: Nyanyian di Balik Kabut (1)

oleh Veronica Widyastuti

Aira susah payah menarik koper dengan tangan kanannya. Roda-roda koper itu mulai macet karena terlalu sering ditarik.


“Aira, buruan!” Seorang ibu berumur 40 tahunan menarik tangan kiri Aira. 

“Sebentar, Mama! Rodanya macet, berat.”

“Mama bilang juga apa! Kamu di Flores cuma seminggu, ngapain bawa barang banyak-banyak?”

31 Mar 2015

Membingkai Kenangan dalam Cerita

Fotografer: Ricky Martin
Ada begitu banyak kenangan dalam hidup saya. Ada orang-orang yang patut dikenang, ada pengalaman manis dan pahit di masa lalu, juga tempat-tempat menarik yang pernah dikunjungi. Tak semuanya bisa tersimpan dalam memori saya (yang cukup payah alias pelupa ini :D). Salah satu cara saya menyimpan kenangan itu adalah dengan menuliskannya dalam cerita.

10 Mar 2015

"Tolong, Aku Galau!" : Kisah-kisah Mareta dan Tania

Ketika buku “Galau is Over” terbit, beberapa teman menanyakan apakah buku ini lanjutan dari buku “Mareta, Tolong Aku!” Keduanya memang sama-sama berisi kumpulan curhat yang dikemas dalam bentuk cerita. Yang satu curhat ala anak-anak. Yang lain, curhat gaya remaja. Jadi, lanjutannya atau bukan, sih?

8 Feb 2015

Katalog Buku-Buku Veronica W.

Sebenarnya, sudah lama saya kepingin bikin katalog berisi buku-buku yang sudah saya tulis. Tetapi, selalu tertunda dan tertunda. Hingga akhirnya, jreng … jreng … baru sekarang kesampaian. Terima kasih buat para pembaca yang sudah membeli dan membaca buku-buku saya. Terima kasih juga buat teman-teman yang menuliskan resensinya di blog maupun media massa. Buat yang belum baca dan kepingin baca, sebagian masih bisa dipesan lewat saya dengan harga spesial dan superspesial! ^_^

5 Feb 2015

Rahasia Sebuah Cerita, Panduan Menulis Cerita untuk Anak

Banyak orang mengira, keterampilan menulis tidak penting. Padahal, banyak profesi membutuhkan keterampilan menulis. Sepintas, seorang arsitek tidak butuh keterampilan menulis. Namun, keterampilan menulis membantunya dalam menjelaskan desain gambar sehingga bisa dipahami banyak orang.

Banyak anak mengatakan bahwa menulis itu susah. Tunggu! Kalau susah, kenapa banyak novel buatan anak-anak yang terpajang memenuhi rak toko buku? Nah, berarti bukan susah, hanya belum tahu rahasianya. Jadi, apa, dong, rahasianya?