10 Mar 2015

"Tolong, Aku Galau!" : Kisah-kisah Mareta dan Tania

Ketika buku “Galau is Over” terbit, beberapa teman menanyakan apakah buku ini lanjutan dari buku “Mareta, Tolong Aku!” Keduanya memang sama-sama berisi kumpulan curhat yang dikemas dalam bentuk cerita. Yang satu curhat ala anak-anak. Yang lain, curhat gaya remaja. Jadi, lanjutannya atau bukan, sih?


Karakter yang Mirip

Kalau dibilang lanjutan, tentu saja bukan. Tokoh utama “Mareta, Tolong Aku!” adalah seorang anak kelas 5 SD bernama Mareta. Sedangkan tokoh utama “Galau is Over” adalah Tania yang duduk di kelas 1 SMA.

Memang, kedua tokoh ini sama-sama perempuan dan punya karakter yang mirip. Sama-sama aktif, lincah, kreatif, senang berteman, dan suka berbagi cerita. Mereka sama-sama punya segudang masalah, namun berhasil mengatasi dengan cara kreatif. Keduanya juga jadi sasaran curhat teman-teman mereka.

Ide yang Serupa
Isi "Mareta, Tolong Aku!"

Ketika menulis “Mareta, Tolong Aku!” sebenarnya saya ingin mengangkat masalah-masalah yang sering dialami anak-anak berikut penyelesaiannya. Supaya tidak terkesan menggurui, saya pakai tokoh anak-anak dan cerita-cerita yang dikemas dalam bentuk curhat. Harapan saya, supaya anak yang dalam dunia nyata nggak punya teman curhat, bisa merasa punya teman setelah baca buku ini. Teman curhat itu penting, lho!

Saat menulis “Galau is Over”, saya juga punya harapan sama untuk para remaja. Saya ingin mengangkat tema tentang remaja dan permasalahannya. Pengennya, dengan membaca buku ini, remaja bisa menemukan solusi atas masalah-masalah mereka dengan cara yang menyenangkan.


Mana Lebih Asyik?
Isi "Galau is Over"

Di “Mareta, Tolong Aku!” isinya semua curhat-curhatan. Sementara dalam “Galau is Over” ada curhat, kuis kepribadian, dan tips ala Tania. Jadi, apakah “Galau is Over” lebih asyik?

Hmm, sebenarnya dua-duanya sama asyik. “Mareta, Tolong Aku!” hanya berisi curhat, tetapi ada 40 curhat di dalamnya. Di “Galau is Over” hanya ada 12 curhat. Namun, bukan berarti tidak seasyik Mareta juga, karena masalah-masalah lain dikemas dalam bentuk kuis dan tips.


Jadi ….

Kalau teman-teman pernah baca “Mareta, Tolong Aku!”, temukan keseruan yang sama dengan membaca “Galau is Over”.

Kalau Bapak-bapak dan Ibu-ibu pernah membelikan “Mareta, Tolong Aku!” ketika anak Anda masih SD, sekarang saatnya menghadiahkan “Galau is Over” untuk anak-anak yang beranjak remaja.

Bagi siapa saja yang ingin kenal lebih dekat dengan kehidupan anak dan remaja, silakan baca keduanya. Sama-sama seru, sama-sama asyik!

Buat teman-teman yang penasaran dengan hubungan Mareta dan Tania, semoga cerita ini menjawab rasa penasaran itu ^_^


0 comments:

Posting Komentar