19 Okt 2014

Galau is Over, Saat Galau Berlalu

Siapa yang pernah galau saat remaja? Saya pernah. Meski akhirnya, masa remaja berlalu dengan indah. Segala yang pahit, segala yang manis, menjadi indah untuk dikenang. Sebagian dari isi buku ini bersumber pada pengalaman saya dan teman-teman saat remaja. Sebagian lagi, dari hasil pengamatan terhadap para remaja. Sebagian lagi, hasil dari baca-baca. Ya, ide memang bisa berasal dari mana saja. Bagaimana ide yang berasal dari mana-mana itu bisa terangkum dalam buku “Galau is Over”?




Berawal dari Sebuah Perbincangan


Ide awal untuk membuat buku ini sebenarnya berasal dari Mbak Emmy, salah satu editor di Penerbit Kanisius. Waktu itu, kami bertemu di Malam Penghargaan Bahasa dan Sastra 2013 di Jogja. Kebetulan, saat itu, salah satu buku saya, “Mareta, Tolong Aku!” masuk nominasi buku anak terbaik. Kami ngobrol tentang buku anak, tentang psikologi, tentang remaja, hingga Mbak Emmy meminta saya untuk mencoba menulis buku untuk remaja. Hmm … saya belum pernah menulis buku untuk remaja. Meskipun pernah jadi remaja, pernah baca buku dan majalah remaja, pernah kuliah psikologi remaja, tapi saya belum pernah nulis buku buat remaja. Ah, saya jadi penasaran untuk mencobanya.


Sampai di Jakarta, saya sempat bingung. Buku-buku referensi tentang psikologi remaja ada di rumah Jogja. Saya pun berburu buku-buku referensi yang bisa dipakai sebagai acuan untuk menulis buku buat remaja ini. Saya “dipaksa” untuk belajar lagi tentang remaja. Ternyata, menyenangkan juga, serasa mengenang saat-saat kuliah dulu ^_^.


Aduh, Saya Galau!


Mbak Emmy memang tidak memberi deadline kapan saya harus mengirimkan naskah buku buat remaja ini. Payahnya, karena tanpa deadline, project ini jadi tertunda terus. Apalagi, kerjaan di kantor saat itu kan, fokus di dunia anak. (Aaah, ngeles aja! :D) Intinya, sih, saya sempat galau, bisa enggak ya, saya menyelesaikan project ini.


Tetapi, saya sudah menyanggupi. Saya sudah beli buku-buku referensi. Saya sudah mulai belajar lagi. Tanggung kalau berhenti di tengah jalan. Pelan-pelan, saya susun konsepnya satu persatu. Saya bertekad, project ini harus selesai. Di perjalanan, saya dan keluarga memutuskan bahwa saya dan anak saya akan pindah ke Jogja. Saya jadi tambah semangat. Pokoknya, saat saya pindah ke Jogja, naskah sudah harus siap.


Ramuan (Tidak) Ajaib


Untuk menyusun buku ini, saya memang tidak menggunakan ramuan ajaib. Ya iyalah, biarpun rambut saya keriting, saya kan bukan Hermione, apalagi Harry Potter! Saya pakai cara yang tidak ajaib saja. Saya baca-baca buku, baca-baca di internet, baca-baca majalah. Saya data masalah-masalah yang biasa dihadapi remaja. Saya amati, gaya penyampaian seperti apa, sih, yang disukai remaja. Kalau di majalah, rubrik apa saja sih, yang disukai remaja? Sepengetahuan saya, yang lebih suka membaca itu remaja cewek. Maka, saya fokus pada pembaca cewek saja.



Remaja cewek itu suka curhat. Di beberapa majalah, ada rubrik curhat. Hampir setiap majalah remaja punya rubrik kuis. Tips-tips ringan seputar dunia remaja juga selalu ada. Nah, saya pun meramu setiap bab dalam buku ini menjadi tiga bagian, ada curhat, kuis kepribadian, dan tips ala Tania. Siapa, sih, Tania? Tania itu remaja kelas X di salah satu SMA ternama. Kenapa pakai nama Tania? Hmm, kebetulan saja nama itu yang terlintas. Oh, ya, jadi ingat! Tania itu juga nama salah satu peri di cerita Negeri Dongeng di Majalah Bobo. Mungkin saat itu saya baru bikin cerita tentang Tania, jadi nama Tania yang terlintas sebagai tokoh utama dalam buku ini. Wah, kalau begitu, saya harus bayar royalti enggak, ya, pada penemu nama peri di Negeri Dongeng ini?


Galau is Over


Setelah melalui proses yang tersendat-sendat, akhirnya naskah selesai. Naskah pun terkirim tepat sebelum saya pindah ke Jogja. Saat sudah di Jogja, saya tidak perlu sungkan-sungkan lagi untuk menyapa teman-teman editor di Kanisius dan bisa mendiskusikan naskah ini bersama mereka. Awalnya, naskah ini punya judul yang berbeda. Namun, berdasarkan hasil diskusi saya dan Mbak Erni sebagai editor, naskah ini pun akhirnya diberi judul “Galau is Over”. Ketika naskah ini sudah terbit menjadi buku, ah, galau saya pun berlalu …. ^_^


Judul        : Galau is Over
Penulis      : Veronica W.
Penerbit    : PT Kanisius
Harga       : Rp25.000,00


Tania pernah galau. Tania pernah uring-uringan nggak jelas. Tania pernah sedih karena tidak punya pacar. Bahkan, Tania pernah kecanduan facebook! Segudang masalah pernah Tania alami. Namun, dia berhasil mengatasinya. Kini dia ingin berbagi cerita denganmu supaya kamu juga berhasil mengatasi galau.

Kamu bisa baca aneka curhat dari teman-teman Tania. Kamu juga bisa baca aneka tips antigalau dari Tania. Yang lebih seru lagi, di buku ini kamu bisa mengerjakan berbagai kuis kepribadian ala Tania.

Setelah membaca buku ini, kamu tidak akan galau berkepanjangan lagi. Yuk, kita nikmati masa remaja yang indah dan menyenangkan!

6 comments:

MEINE WELT mengatakan...

Keren, mbak Vero! *angkat jempol*

Agnes Bemoe

Veronica W mengatakan...

Makasih, Mbak Agnes! ^_^

oyakonohanashi mengatakan...

Risetnya keren, Mbak :)

Veronica W mengatakan...

Makasih, Mbak Aan :)

Nancy Duma mengatakan...

Aku lagi galau. Jadi kepingin baca Galau is Over. Mungkin saja kegalauanku dibahas.

Veronica W mengatakan...

Ayo, silakan dibaca, Nancy. Semoga selesai baca bukunya, galaumu pun berlalu ^_^

Posting Komentar